Flanel adalah jenis kain tertua lebih
tua dari kain tenun dan rajut.
Di Turki, bekas penggunaan kain flanel yang
ditemukan diperkirakan berasal dari tahun 6500 SM, jenis kain flanel terumit
ditemukan dalam bentuk awetan di Siberia pada tahun 600
M. Legenda di Sumeria, menyatakan bahwa kain flanel pertama kali dibuat oleh
Urnamman.
Flanel atau felt
adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan
proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam
tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya). Kain flanel mudah dijumpai di
pasaran, dengan harga yang relatif terjangkau. Kain ini memiliki ketebalan dan
tekstur yang beragam. Kelebihan dari kain ini adalah mudah dibentuk dan pada
proses penjahitan tidak perlu dilipat seperti kain yang lain.
Masa
lalu. Dari pertengahan abad 17 sampai 20, kain flanel atau felt
dipergunakan untuk membuat topi bagi para pria.
Masa
kini. Flanel digunakan untuk mengurangi getaran pada panel
interior dalam industri otomotif, juga untuk
melapisi meja biliar, serta untuk menghasilkan suara bersih pada simbal drum
atau piano. Kaum Nomadic di Asia Tengah
memanfaatkan kain flanel untuk pembuatan permadani, tenda
atau pakaian. Di Barat, kain flanel dipergunakan
sebagai media untuk berekspresi di dunia seni tekstil atau seni design. Kain
ini mudah dibentuk menjadi apapun, salah satunya adalah membentuk replika makanan
yang dapat digunakan sebagai aksesori atau hiasan. Kreasi flanel juga baik dimanfaatkan sebagai souvenir atau tanda terimakasih yang dapat
dijadikan buah tangan bagi para undangan pada berbagai acara yang
diselenggarakan seperti pernikahan, ulang tahun dan pesta wisuda. Selain itu, kain flanel juga umum digunakan
untuk bedongan bayi, lapisan dalam tas atau sebagai lap
pengering. Tampil dalam warna-warna yang ceria, kain ini memiliki fungsi
dekoratif yang unik dan menarik. Selain untuk keindahan, aksesori dan souvenir
kain flanel kering dapat pula dimanfaatkan untuk membersihkan sisa debu pada
lantai parket. Lantai parket merupakan jenis lantai yang terbuat dari kayu,
dan masih sangat jarang ditemui di Indonesia.
Secara umum
terdapat 2 tipe kain flanel yaitu polos dan bercorak. Kain flanel yang polos
hanya memiliki satu warna di seluruh bagiannya sementara kain flanel yang
bercorak memiliki serat-serat dalam warna yang berbeda. Biasanya kain yang
memiliki corak dihargai relatif lebih mahal. Ada pula kain flanel dengan jenis
zephyr yaitu kain flanel dengan corak biasa, tetapi dicampuri bahan sutera di
dalam bahan pembuat benang-benangnya.

Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Kain Flanel"
Posting Komentar